Engkau yang cintanya tak berbalas,
kudengar senandung lirihmu …
Aku melihatmu berjalan dengan dia yang bukan aku,
bertaut jemari dalam senyum dan tawa kecil yang menyayat hatiku.
Aku berharap itu aku …,
yang bergetar hatinya karena sentuhan jemarimu yang anggun.
Ooh .. betapa aku berharap itu terjadi.
Aku melihatnya bergelayut manja dan bersender lembut ke tubuhmu yang damai dan wangi.
Aku berharap itu aku …,
yang luruh hatinya dalam syahdu karena menghirup udara beraroma kesurgaan yang mengitarimu.
Aku berharap itu aku …,
yang menggenang matanya dengan air mata haru, karena keindahan dari janji pernikahan yang jujur dan setia.
Ooh … betapa aku berharap itu terjadi.
Tuhanku Yang Maha Lembut,
Temukanlah aku dengan belahan jiwaku,
yang mengobati pedihnya cinta yang terabaikan ini,
yang mengisi palung kehidupanku yang dalam dan kosong karena kesendirian yang sunyi ini.
Aku berharap itu aku …,
yang berbahagia dalam pernikahan yang memanjakanku dalam kemesraan dan kesetiaan.
Sahabat saya yang kebaikan hatinya menentukan kebaikan rezekinya,
Dampak dari sebuah nasehat baik bagi seseorang, sangat ditentukan oleh
keikhlasannya untuk segera menggunakannya dalam tindakan yang
memperbaiki kehidupan.
Orang yang hidupnya tidak mudah, sering hanya mau mengerjakan yang
mudah-mudah saja.
Itu sebabnya dia sering berseru "Ah, teori. Ngomong gampang, yang
jalanin ini susah!"
Padahal, tingkat kehidupan ditentukan oleh kemampuan untuk
menyelesaikan masalah dan kesulitan.
Maka,
Inginkanlah yang mudah, tapi pastikanlah Anda mampu untuk bekerja
melampaui kesulitan.
Tuhan mendampingi orang yang bekerja dengan sungguh-sungguh.
Mencela adalah pekerjaan yang paling gampang, dan memang biasanya dilakukan oleh mereka yang belum rajin dan masih membutuhkan banyak bantuan.
Maka bersabarlah jika ada orang yang mencela Anda, karena dia hanya sedang mengumumkan kebutuhannya untuk dibantu.
Tidak mungkin orang yang kehidupannya besar dan damai memiliki hati yang mampu mencela orang lain.
Itu sebabnya, berterima-kasih, memuji, dan mensyukuri kebaikan sesama adalah kemampuan hati yang baik.
Seorang pemarah akan berlaku seperti segala sesuatu bisa diselesaikan dengan kemarahan. Tidak ada pemarah yang hidupnya damai. Kehidupan ini tidak membalas seorang pemarah dengan kemarahan, tapi dengan keadaan dan kejadian yang tidak disukainya - untuk membuatnya semakin marah. Hanya ada dua cara untuk berhenti menjadi pemarah: Satu - habis terbakar oleh kemarahannya sendiri. Dua - menjadi pribadi yang lebih baik, dengan menyabarkan diri.